1 bi.ni cak 1 n perempuan yg sudah dinikahi; istri: ~nya meninggal sewaktu melahirkan ; -- aji kl 1 gundik raja ; -- dapur 1 istri yg tidak mempunyai kedudukan (dl keluarga) ; -- gahara kl 1 istri yg sah ; -- gelap cak 1 gundik (istri yg tidak dinikahi), istri yg dirahasikan dr khalayak ; -- kawin 1 wanita yg dikawin secara resmi dan sah ; -- lari 1 mendapat istri dng jalan kawin lari ; -- penunggu 1 istri penghulu adat yg berasal dr lapisan sosial lebih rendah, bertugas mengurus rumah tangga selama belum ada bini ratu ; -- ratu 1 istri pertama penghulu adat yg berkedudukan sbg ibu rumah tangga yg sederajat kedudukannya dng suami ; -- selir 1 istri yg kedudukannya lebih rendah dp istri terhormat (pertama)
ber.bi.ni v 1 mempunyai bini; sudah kawin (tt laki-laki): ada lelaki yg ~ empat; sudah cukup umurnya untuk ~
ber.bi.ni.kan v 1 kawin dng (tt laki-laki); mengambil sbg bini: tidak patut engkau ~ perempuan nakal itu
bi.ni-bi.ni.an n cak 1 bini yg tidak sah; gundik: perempuan itu bukan bininya melainkan bini-binian nya saja ; cak 2 n suka atau kerap kali kawin (tt laki-laki): apa untungnya bersuamikan orang bini-binian spt dia ; orang -- beranak tak boleh disuruh, pb 1 pekerjaan yg tidak tetap selalu mendatangkan rugi
mem.per.bi.ni.kan v 1 menjadikan bini; mengawini (tt laki-laki): setelah tidak berhasil ~ gadis itu, ia pergi meninggalkan kampungnya ; 2 v mengawinkan (anak laki-laki) dng: ia bermaksud ~ anak laki-lakinya dng anak kepala desa